Dompu, Satondapost. Com - Sehubungan dengan beredarnya berbagai informasi dan tuduhan di media sosial yang mengaitkan nama saya dengan Bapak Bupati Dompu dalam konteks hubungan pribadi, bersama ini saya merasa perlu menyampaikan klarifikasi agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. (11/2/2026)
Adapun beberapa poin klarifikasi melalui WhatsApp Abdullah, SH., MH yang diteruskan ke WhatsApp media Satondapost.com yaitu;
1. Bahwa saat ini saya sedang menjalani proses perceraian dengan suami saya melalui Pengadilan Agama Mataram, dan sejak sekitar bulan November 2025 kami telah hidup terpisah serta tidak lagi tinggal serumah.
2. Kondisi tersebut merupakan persoalan rumah tangga pribadi yang saat ini sedang diselesaikan melalui jalur hukum dan saya berharap semua pihak dapat menghormati proses tersebut.
3. Terkait isu yang berkembang di media sosial, benar bahwa pada sekitar bulan Februari 2026 saya sempat melakukan komunikasi secara terbatas melalui media komunikasi elektronik dengan salah satu tim dari Bapak Bupati Dompu yang kemudian berlanjut melalui WhatsApp.
4. Komunikasi tersebut pada dasarnya berkaitan dengan penyampaian beberapa pandangan serta hal-hal yang saya ketahui terkait dinamika yang berkembang di tengah masyarakat.
5. Hal tersebut saya sampaikan sebagai bagian dari komunikasi yang wajar antara masyarakat dengan kepala daerah dan tidak memiliki maksud ataupun tujuan lain di luar itu.
6. Dalam proses tersebut kemudian terjadi komunikasi secara terbatas melalui WhatsApp dengan Bapak Bupati Dompu yang pada prinsipnya hanya berkaitan dengan penyampaian beberapa hal yang saya anggap perlu disampaikan.
7. Perlu saya tegaskan bahwa komunikasi tersebut tidak pernah dimaksudkan untuk menyampaikan informasi yang bertujuan menjelekkan ataupun merugikan nama baik pihak manapun.
8. Hal-hal yang saya sampaikan dalam komunikasi tersebut semata-mata merupakan pandangan pribadi mengenai beberapa hal yang saya anggap penting untuk disampaikan, tanpa adanya maksud untuk mempengaruhi hubungan ataupun dinamika pemerintahan daerah.
9. Perlu saya tegaskan bahwa sebelum komunikasi tersebut terjadi, saya secara pribadi tidak memiliki hubungan kedekatan maupun hubungan pribadi dengan Bapak Bupati Dompu.
10. Komunikasi yang terjadi juga tidak pernah mengarah pada hubungan pribadi maupun hubungan khusus sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak di media sosial.
11. Terkait berbagai isu yang menyebutkan adanya hubungan khusus maupun rencana pertemuan pribadi antara saya dengan Bapak Bupati Dompu, dengan ini saya menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi.
12. Apabila terdapat potongan percakapan maupun narasi tertentu yang beredar di media sosial, maka hal tersebut tidak menggambarkan keadaan yang sebenarnya dan sangat mungkin merupakan informasi yang tidak utuh sehingga menimbulkan penafsiran yang keliru.
13. Saya menilai berbagai tuduhan serta narasi yang berkembang di media sosial tersebut sangat merugikan saya secara pribadi sebagai seorang perempuan serta berdampak pada keluarga saya.
14. Oleh karena itu melalui klarifikasi ini saya berharap masyarakat dapat memperoleh penjelasan yang sebenarnya serta dapat menyikapi berbagai informasi yang beredar secara bijak dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum tentu kebenarannya.
15. Saya juga menegaskan bahwa tidak pernah ada hubungan pribadi maupun hubungan khusus antara saya dengan Bapak Bupati Dompu sebagaimana yang dituduhkan oleh beberapa pihak.
Demikian klarifikasi ini saya sampaikan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat. ( Bondan)

