Dompu, Satondapost.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Nowa Kecamatan Woja Kabupaten Dompu bermitra dengan Yayasan Arom Dua Kandai dua menyasar ribuan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan dan balita serta ibu menyusui.
SPPG memastikan program Presiden Prabowo tersebut berjalan dan dirasakan manfaatnya. (13/4/2026)
Kepala SPPG Desa Nowa, Alif Syabiri, S. Kom menjelaskan, total ada sebanyak 1.948 paket makanan bergizi dibagikan kepada siswa dan guru dari 18 sekolah, sementara untuk 4 Posyandu makan bergizi untuk balita sebanyak 189 paket sedangkan ibu menyusui sebanyak 24 paket.
.
"Sasaran penerima terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari TK/PAUD/KB dan SMP/MTS hingga SMA sampai balita serta Ibu menyusui (Bumil), dimana 4 Posyandu untuk didistribusikan makan bergizi Balita dan Bumil yaitu Posyandu Kamboja, Mawar, Nirwana, Melati. Jelasnya
Sementara itu, untuk tingkat TK/PAU/KB sebanyak 364 siswa dan guru terdiri dari TK 04 Woja, TK Pertiwi, PAUD Intan Mawas, PAUD Restu, PAUD Mawar Merah, PAUD Dzakiyahtu Fitriah. Dimana tingkat SD/MI sebanyak 931 siswa dan guru, mereka terdiri dari SDN 03, SDN 14, SDN 22, SDN 25, SDN 26, SDN 29, SDN 37 Woja, Madrasah lbtidaiyah Babussalam sebanyak 96 siswa dan guru turut menerima paket makanan.
Sedangkan tingkat SMP/MTS sebanyak 1946 siswa dan guru terdiri dari SMPN 06 Woja 130, MTS Babussalam 58 siswa. Adapun penerima terbanyak berasal dari jenjang SMA, yakni 324 siswa dan guru dari SMAN 02 Woja.
Menurutnya, pada hari ini, para penerima mendapatkan menu makanan bergizi yang terdiri dari wartel dan kol tumis, ayam woku kemangi, tumis tahu goreng dan nasi putih, serta susu. Menu ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang dengan kombinasi sumber karbohidrat, protein, serat, serta vitamin dari sayur dan susu.
Pelaksanaan program MBG dari SPPG Desa Nowa berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. "Program ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi pelajar sekaligus mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar di sekolah," ungkapnya Alif Syabiri.

