• Jelajahi

    Copyright © Satonda post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Dispusip Dompu Sebanyak 150 Orang Peserta Mengikuti Bimtek Literasi Digital

    Satonda
    Senin, 28 September 2026, September 28, 2026 WIB Last Updated 2026-09-28T08:15:12Z


    Dompu, Satondapost.com - Derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, kemampuan membaca saja tidak lagi cukup. Masyarakat membutuhkan kecakapan untuk menemukan, memilah, menguji, memahami hingga menggunakan informasi secara tepat dan bertanggung jawab.

    Perspektif tersebut menjadi salah satu perhatian Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (Dispusip) Kabupaten Dompu melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Literasi Informasi bagi guru, pengelola perpustakaan, pustakawan dan pegiat literasi.

    Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, 27–29 Juli 2026, di Aula Kantor DPKD Kabupaten Dompu tersebut diikuti sebanyak 150 peserta.

    Para peserta dibagi dalam tiga sesi, masing-masing sebanyak 50 orang per hari, dengan latar belakang guru, pengelola perpustakaan, pustakawan dan pegiat literasi dari berbagai wilayah di Kabupaten Dompu.

    Kegiatan secara resmi dibuka oleh Kepala Dispusip Kabupaten Dompu, Muhammad Abduh, SE., M.Si.

    Dalam sambutannya, Abduh menekankan bahwa penguatan literasi informasi merupakan kebutuhan mendasar di tengah perubahan teknologi dan derasnya produksi informasi digital.

    Kemampuan mengakses, memilah, mengevaluasi dan memanfaatkan informasi secara bijak, menurutnya, menjadi bagian penting dalam membangun sumber daya manusia yang cerdas, kritis dan adaptif.

    Bagi Dispusip Dompu, peningkatan kapasitas pelaku literasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun ekosistem literasi daerah.

    Guru, pustakawan, pengelola perpustakaan dan pegiat literasi memiliki posisi strategis karena mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat maupun peserta didik.

    Ketika kapasitas mereka diperkuat, pengetahuan yang diperoleh dalam kegiatan Bimtek diharapkan tidak berhenti di ruang pelatihan, tetapi dapat diteruskan ke sekolah, perpustakaan, komunitas dan lingkungan masyarakat.

    Ketika ketiga unsur tersebut bertemu dalam satu ruang pembelajaran, terbuka peluang terbentuknya jejaring kolaborasi yang lebih kuat.

    Anshari berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan di lingkungan masing-masing dan melahirkan inovasi literasi yang memberikan dampak nyata.

    Langkah Dispusip Dompu tersebut menunjukkan bahwa pembangunan budaya literasi tidak hanya berbicara mengenai keberadaan buku atau gedung perpustakaan.

    Ada investasi yang tidak kalah penting, yakni manusia yang mengelola pengetahuan dan mampu membimbing masyarakat dalam menggunakan informasi.

    Melalui peningkatan kompetensi guru, pustakawan, pengelola perpustakaan dan pegiat literasi, Dispusip berupaya membangun mata rantai literasi dari ruang kelas, perpustakaan hingga komunitas masyarakat.

    Sinergi antara Pemerintah Kabupaten Dompu, Perpustakaan Nasional RI melalui RELIMA, tenaga pendidik, pustakawan dan para pegiat literasi menjadi bagian dari proses memperkuat ekosistem tersebut.

    Pada akhirnya, keberhasilan gerakan literasi bukan hanya diukur dari seberapa banyak masyarakat membaca, tetapi juga dari kemampuan masyarakat memahami informasi, berpikir kritis, menggunakan teknologi secara bijak dan mengubah pengetahuan menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi kehidupan.

    Melalui agenda peningkatan kapasitas seperti Bimtek Literasi Informasi, Dispusip Kabupaten Dompu terus membangun fondasi menuju masyarakat yang semakin literat, cakap informasi dan adaptif menghadapi perubahan zaman. (ADV)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini