Dompu, Satondapost.com - Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terselip kisah haru dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Bara 2 Kecamatan Woja Kabupaten Dompu-NTB. Dimana SPPG Desa Bara 2 yang bermitra dengan Yayasan Arom dua.
Para petugas dapur kerap menerima “surat cinta” dari siswa penerima manfaat yang berisi ucapan terima kasih, pujian, hingga permintaan menu favorit. (11/4/2024)
Asisten lapangan ( Aslap) SPPG Irfan HLS yang biasa di sapa dengan nama Bagas mengungkapkan hampir setiap hari pihaknya menemukan surat-surat kecil tersebut di wadah atau ompreng MBG yang dikembalikan dari sekolah ke dapur SPPG Desa Bara.
“Banyak sekali surat yang kami temukan setiap hari. Lucu sekaligus haru melihat anak-anak begitu senang dan bahagia setelah menikmati makanan dari dapur kami,” ungkap Irfan (Bagas).
Ia menyebutkan, pesan-pesan yang ditulis dengan tangan anak-anak itu beragam. Sebagian besar berisi ucapan apresiasi kepada petugas dapur yang telah menyediakan makanan lezat dan bergizi, namun tak sedikit pula yang disertai permintaan menu tertentu.
“Hai bang ara tante, terima kasih telah membawa MBG kesukaan kami, semoga keringat dan kelelahan kalian menjadi rahmat dan dilimpahkan gandakan pahala kalian. Tulis salah satu surat yang ditemukan petugas di dalam ompreng.
Ada pula yang menulis, “Terima kasih ya Bapak, Ibu yang sudah menyiapkan MBG dengan semangat. Kalau bisa request ayam ayam geprek, dan buahnya melon.”
Menurut Bagas, surat-surat tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi tim dapur sekaligus bahan evaluasi dalam menyusun menu harian.
“Catatan kecil ini memberi warna bagi kami. Ada yang sampai request minta menu tertentu, dan itu menjadi masukan positif. Walaupun tidak semua permintaan bisa dipenuhi karena harus sesuai standar gizi,” jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh aspirasi yang disampaikan para siswa melalui surat tersebut tetap dicatat sebagai bahan pertimbangan agar penyajian menu MBG ke depan semakin bervariasi tanpa mengurangi kandungan gizi.
“Surat-surat itu sederhana, tapi sangat bermakna. Mereka menunjukkan bahwa apa yang kami kerjakan benar-benar diterima dengan senang hati oleh anak-anak,” ujar Bagas. (BF84)

