• Jelajahi

    Copyright © Satonda post
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Iklan

    Iklan

    Bupati Membuka Secara Resmi Festival Literasi Dompu Maju Tahun 2026

    Satonda
    Selasa, 03 November 2026, November 03, 2026 WIB Last Updated 2026-11-03T11:55:51Z
    Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

    Dompu, Satondapost.com - Bupati Dompu, Bambang Firdaus, SE., secara resmi membuka Festival Literasi Dompu Tahun 2026 dengan mengusung tema “Literasi Maju Dompu Cerdas, Sains, Budaya dan Kreativitas untuk Masa Depan",


    Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 3 hingga 5 November 2026 ini, menjadi momentum untuk memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, sekaligus mendekatkan perpustakaan dan bahan bacaan kepada masyarakat, (3/11/2026)


    Kehadiran Bupati bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) disambut dengan pertunjukan seni tradisional Kapatu Cambe bertajuk “Cua Hengga Ade” yang dibawakan oleh siswa SMA Negeri 1 Hu'u. Penyambutan tersebut menjadi representasi kekayaan budaya lokal yang turut mewarnai penyelenggaraan Festival Literasi Dompu, serta penampilan tari"Dompu Mantika" diatas panggung utama menambah semaraknya suasana.


    Dalam sambutannya, Bupati Bambang Firdaus menegaskan bahwa literasi tidak boleh dimaknai sebatas kemampuan membaca dan mengeja huruf. Lebih dari itu, literasi merupakan kemampuan menggali, menganalisis, memahami, serta mengolah informasi menjadi pengetahuan yang bermanfaat bagi kehidupan.


    Bupati mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya kedekatan anak-anak dengan buku di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, penggunaan gadget, dan kecerdasan buatan (AI).


    "Anak-anak kita sekarang sudah semakin jauh dari buku. Ini menjadi kekhawatiran kita bersama. Di tengah perkembangan digitalisasi yang begitu pesat, kita harus mencari cara agar anak-anak kembali mencintai kegiatan membaca," tegasnya.


    Menurutnya, Festival Literasi harus menjadi bagian dari upaya mengubah pola dan pendekatan pembelajaran, dengan memperkuat budaya membaca sebagai fondasi pembentukan generasi yang berpengetahuan, berdaya saing, serta memiliki karakter dan jati diri.


    Bupati juga menekankan bahwa tanggung jawab membangun budaya literasi bukan hanya berada di lingkungan sekolah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, terutama orang tua dalam lingkungan keluarga.


    "Ini merupakan tugas kolektif kita. Bukan hanya sekolah yang bertanggung jawab, tetapi peran orang tua di rumah justru sangat penting. Mari kita mulai membangun budaya membaca dari rumah tangga kita sendiri," ajaknya.


    Ia juga mendorong agar gerakan literasi dilakukan secara aktif dengan mendekatkan buku kepada masyarakat melalui pendekatan jemput bola. Dengan demikian, akses terhadap bahan bacaan tidak hanya terpusat di perpustakaan, tetapi dapat menjangkau sekolah, desa, dan lingkungan keluarga.


    Bupati berharap, melalui gerakan tersebut, anak-anak Dompu mampu tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kreatif, memiliki wawasan luas, serta tetap menjunjung tinggi nilai budaya dan identitas daerah.


    Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Dompu, Muhamad Abduh, SE., M.Si., dalam laporannya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya Festival Literasi Dompu Tahun 2026.


    Ia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.


    Selain mendorong budaya membaca, festival ini juga memberikan ruang apresiasi dan kreativitas bagi para seniman, pelajar, serta berbagai kalangan masyarakat untuk menampilkan potensi, bakat, dan karya mereka.


    Sebagai bagian dari penguatan gerakan literasi dan kearsipan, pada kesempatan tersebut juga diluncurkan lima program strategis, yakni Gerakan Literasi Sekolah, Gerakan Perpustakaan Go to School, Gerakan Literasi Desa, Gerakan Donasi Buku, serta Gerakan Kearsipan Diaktif.


    Pelaksanaan kelima gerakan tersebut didukung dengan Peraturan Bupati tentang Tata Kelola Kearsipan dan Tata Kelola Perpustakaan, serta dukungan pembiayaan melalui APBD Perubahan dan Dana Alokasi Khusus (DAK).


    Melalui berbagai program tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah berkomitmen memperluas jangkauan pelayanan perpustakaan sekaligus menghidupkan budaya literasi hingga ke tingkat desa dan satuan pendidikan.


    Festival Literasi Dompu 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial selama tiga hari. Lebih dari itu, festival ini menjadi titik awal gerakan bersama untuk mengembalikan kedekatan masyarakat dengan buku, memperkuat tradisi membaca, serta membangun generasi Dompu yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.


    Sebab, kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas pengetahuan, karakter, dan daya pikir masyarakatnya. (Bondan)
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini