Dompu, Satondapost.com - Sejumlah pegawai lama di Dinas Perhubungan kabupaten Dompu mengeluhkan disparitas gaji yang mencolok antara mereka yang telah mengabdi puluhan tahun dengan rekan baru yang dinyatakan lulus seleksi Pemerintah Daerah (PW) melalui jalur yang diduga tidak transparan atau "siluman".
Sahrul salah pegawai lama mengaku telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi, bahkan sering menghadapi kondisi kerja berat seperti mengawasi Karnaval Budaya dalam Rangka memperingati Hari Jadi Dompu ke 211 saat cuaca ekstrem seperti angin badai dan hujan petir. Namun, mereka hanya menerima gaji bulanan sebesar 250 rupiah, jumlah yang dinyatakan jauh dari cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar keluarga.
"Sudah lebih dari 10 tahun kami bekerja di sini, turun temurun mengurus urusan perhubungan di Dompu. Tapi gaji yang kami terima tidak pernah naik signifikan.
Sementara itu, beberapa orang yang baru masuk kurang dari 2 tahun, yang kami tahu tidak melalui proses seleksi yang benar-benar terbuka, justru mendapatkan gaji hingga 700 rupiah per bulan," ujar Sahrul salah satu pegawai.
Rahman Fauzi selalu penggiat sosial menyampaikan kekhawatiran, menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan kepegawaian dan pemerataan kesejahteraan bagi semua pegawai yang telah berkontribusi pada pembangunan daerah.(Yd)

